KEMENPAN-RB: RASIONALISASI PNS BUKAN PEMECATAN. LALU APA?? BERIKUT PENJELASAN KEMENPAN-RB

Akhir-akhir ini berkembang isu yang mengatakan bahwa KemenPAN-RB akan melakukan pemecatan PNS sebanyak satu juta. Informasi ini pun santer beredar di Media Sosial. Memang benar bahwa KemenPAN-RB akan mengambil tindakan rasionalisasi PNS.  Namun, istilah rasionalisasi PNS ini berbeda pemahaman dengan yang berkembang di Media. Berikut Penjelasan lengkapnya dari KemenPAN-RB.
Rencana rasionalisasi sejuta PNS yang makin digencarkan pemerintah menuai banyak protes. Sebab, rasionalisasi diidentikkan dengan pemecatan alias PHK . Namun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) membantahnya.



"Perlu kami tegaskan di sini, tidak ada rencana PHK/pemecatan/dirumahkan bagi PNS. Istilah tersebut dikembangkan oleh media. Yang benar adalah rencana  rasionalisasi PNS bagi PNS yang kualifikasi dan kompetensinya rendah, serta yang kinerja dan disiplinnya buruk sehingga mengganggu pelayanan publik," beber juru bicara KemenPAN-RB Herman Suryatman di Jakarta, Jumat (3/6).
Dia menambahkan, ‎rasionalisasi tersebut merupakan bagian dari program percepatan penataan PNS. Selain itu juga wujud nyata Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019 pada area perubahan SDM aparatur (Peraturan MenPAN-RB Nomor 11 Tahun 2015).
Yakni untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif dan efisien, serta memiliki pelayanan publik yang berkualitas.
"Belanja pegawai dan pensiun/BPP pada APBN dan APBD 2015 mencapai Rp 707 triliun dari total belanja sebesar Rp 2.093 triliun atau 33,8 persen. Lebih besar dari belanja modal dan belanja barang jasa." ujarnya.
Belanja pegawai dan pensiun/BPP ini, lanjutnya, setiap tahunnya cenderung terus meningkat. Sementara kinerja aparatur birokrasi cenderung lamban, disiplin rendah, serta kurang kompetitif di era globalisasi yang sejatinya membutuhkan aparatur berdaya saing tinggi.
Belanja pegawai pemerintah kabupaten/kota saat ini rata-rata lebih besar dari belanja publik. Ada sekitar 244 kabupaten/kota yang belanja pegawainya di atas 50 persen.
Karena itu, untuk memperbaiki perimbangan belanja pemerintah, khususnya daerah agar memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk belanja publik, alokasi belanja pegawai seharusnya diturunkan di kisaran 28 persen.
Demikian informasi yang kami sampaikan terkait penjelasan rasionalisasi PNS oleh KemenPAN-RB seperti yang kami lansir dari jpnn.com. Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih.

0 Response to "KEMENPAN-RB: RASIONALISASI PNS BUKAN PEMECATAN. LALU APA?? BERIKUT PENJELASAN KEMENPAN-RB"

Posting Komentar