BERIKUT ADALAH 5 FAKTA GURU HONORER DI INDONESIA. APAKAH BENAR??

Selamat hari guru kami situsguruindonesia.com ucapkan kepada Bapak/Ibu guru sekalian. Untuk memperingati hari guru ini kami mencoba menyampaikan informasi terkait 5 fakta tentang guru honorer yang ada di indonesia saat ini. Jika ada tambahan pendapat dari rekan-rekan pembaca silahkan berkomenter di kolom komentar di bawah ini.
Masih terkait dengan Hari Guru Nasional, Indonesia khususnya mempunyai dua lapis tenaga pengajar, lapisan itu adalah, guru tetap berstatus PNS/swasta, dan guru honorer. Perbedaan yang mecolok diantara dua status guru tersebut adalah gaji mereka.Gaji guru tetap, sudah ditetapkan berdasarkan SK dan UU lainnya, dengan legalisasi dari Kepala Daerah yang bersangkutan, sedangkan gaji guru honorer, hanya ditetapkan berdasarkan kebijakan Kepala Sekolah di mana mereka mengajar. Artinya, gaji guru tersebut berbeda. Kemudian, berdasarkan situs laskarlentera.com, dijelaskan 5 fakta mengenai guru honorer. Mari simak bersama.

1. Gaji Bulanan di Bawah 1 juta
Berdasarkan kebijakan masing-masing Kepala Sekolah, gaji guru honorer adalah kebijakan sekolah dengan uang ‘lebih’ mereka. Artinya, angka untuk gaji tersebut tidak pernah mencapai lebih dari Rp1 juta. Jumlah tersebut hampir terdengar tidak mungkin untuk bertahan di kota, terlebih kota besar seperti Jakarta. Namun, untuk para guru honorer, mau tidak mau, cukup atau tidak cukup, jumlah tersebut adalah hasil kebijakan sekolah di mana mereka mengajar, dan mereka harus menuruti hal tersebut. Fakta ini yang perlu diperhatikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya pemerintah, agar memerhatikan kesejahteraan guru honorer.
2. Hanya Sebagai Pengganti Guru Tetap
Sekarang ada semacam kewajiban bagi guru untuk bisa mengajar selama 24 jam pelajaran. Dan guru honorer nasibnya seringkali hanya menggantikan guru PNS yang tidak masuk, selain mengajar di jam-jam yang sudah ditentukan. Pekerjaan-pekerjaan semacam mengawasi, piket, kebersihan, menata murid, melatih pramuka, atau bahkan jaga gerbang menjadi tugas guru honorer. Lalu, ke mana guru PNS? Guru PNS cukup untuk memerintah saja. Karena statusnya yang sementara, atau honorer, jobdesc guru honorer tidak menentu. Namun, tetap pada kebijakan sekolah masing-masing jika ternyata guru honorer mempunyai job desc tetap. Terlebih dari hal tersebut, guru honorer sengaja di desain untuk sekedar substitute guru tetap PNS yang mendadak halangan masuk dan tidak bisa mengajar.
 3. Jenjang Waktu dan Status Yang Tidak Jelas
Berdasarkan statusnya yang bersifat sementara dan hanya sekedar jadi pengganti, guru honorer ada yang mengabdi dengan statusnya tersebut hingga berpuluh tahun. Oleh karena itu, menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia, tiap tahunnya menyelenggarakan sertifikasi guru, agar status honorer tersebut menjadi guru tetap. Pemerintah Indonesia berharap langkah sertifikasi ini menjadi sebuah acuan untuk para guru honorer yang ingin merubah statusnya, agar kesejahteaan yang ia dapat sama dengan guru tetap.

4. Dihantui Pemecatan

Guru honorer selalu berada di bawah bayang-bayang pemecatan kepala sekolah. Untuk menjadi guru honorer kadang harus ‘nitip’ ke kepala sekolah, dan saat sudah menjadi guru honorer, jika ada “titipan’ yang lebih besar, pastinya guru tersebut harus siap angkat kaki. Bahkan izin tidak masuk pun tidak semudah guru PNS yang bisa nyelonong belanja ke pasar. Titip atau menitip dari penjelasan di atas bermaksudkan ‘permintaan khusus’ dari para guru honorer yang ingin bertahan di sekolah tersebut. Alhasil, praktik tersebut biasanya menyangkut si guru honorer, kepala sekolah, dan beberapa pihak guru lainnya.
 5. Kesulitan pada Pengangkatan Status
Kesulitan ini biasanya terjadi pada guru honorer yang telah lama mengabdi di sebuah sekolah. Terlebih guru honorer tersebut juga hasil ‘penitipan’ sehingga kapabilitasnya sebagai pengajar dinilai tidak mumpuni. Alhasil pada tes sertifikasi guru, banyak yang tidak lulus. Hal seperti ini harus diakomodasi oleh pemerintah Indonesia, agar kesetaraan guru honorer dengan peserta guru sertifikasi dapat disamakan. Berdasarkan penjelasan di atas, berbagai pelatihan dibuat oleh pemerintah Indonesia, agar guru honorer dapat mampu bersaing dalam tes dalam sertifikasi guru. Hal ini di desain untuk memenuhi kesejahteraan para guru honorer.
Demikian informasi yang kami sampaikan terkait fakta guru honorer yang ada di Indonesia seperti yang kami lansir dari selasar.com. Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih.

0 Response to "BERIKUT ADALAH 5 FAKTA GURU HONORER DI INDONESIA. APAKAH BENAR??"

Posting Komentar