PEMERINTAH DIMINTA UNTUK LEBIH MEMPERHATIKAN NASIB GURU

Momen hari guru nasional beberapa hari yang lalu oleh Pemerintah merupakan ajang untuk mengoreksi kebijakan-kebijakan untuk Guru. Semua guru di seluruh tanah air hanya meminta untuk lebih diperhatikan terutama dalam hal kesejahteraan, Karena kesejahteraan guru sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seperti informasi berikut ini Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan nasib guru.
Gerakan menghormati guru yang dicanangkan LDII bertujuan untuk semua warga Indonesia yang mendedikasikan dirinya, sekaligus mentransfer nilai dan pengetahuan kepada generasi muda maupun masyarakat pada umumnya. Guru yang dimaksud dalam hal ini baik ulama, guru sekolah, dosen, juru dakwah, mubaligh, mubalighot, tokoh-tokoh agama, dan lain-lain.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII Abdullah Syam berharap di bidang pendidikan formal pemerintah harus memperhatikan nasib guru. Terutama, kata dia guru tidak tetap di wilayah-wilayah terpencil. 

“Guru merupakan pembentuk manusia berkualitas. Bila kualitas guru masih di bawah standar, bagaimana bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Abdullah, Jakarta, Senin (28/11/2016). 
Menurutnya, mereka masih digaji dengan sukarela serta banyak yang belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Maka itu dia meminta rekrutmen guru dilakukan secara bertanggung jawab melalui kontrak. 
Namun, pengangkatan mereka juga harus mempertimbakan kemampuan dan kelayakan.“Mereka memiliki andil dalam membentuk karakter bangsa sebagai modal membangun Indonesia,” ucapnya.
Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo menambahkan, pemerintah harus meningkatkan kualitas dan kapasitas para guru. Upaya peningkatan mutu pendidikan dipengaruhi oleh faktor majemuk.
Namun, faktor yang paling penting adalah guru. Dia menilai hitam-putihnya proses belajar mengajar di dalam kelas banyak dipengaruhi oleh mutu gurunya. Dia menambahkan, orangtua perlu mempercayakan pendidikan terhadap guru. 

Teguran dan pendisiplinan yang dilakukan para guru, menurutnya bukanlah bentuk pelanggaran HAM atau kekerasan, yang harus direaksi dengan mempidanakan guru. “Bila para guru terintimidasi, mereka tak akan bisa menerapkan sistem atau kurikulumnya dengan baik,” kata Prasetyo. 
Demikian informasi yang kami sampaikan terkait Nasib guru seperti yang kami lansir dari sindonews.com. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat dan terima kasih.

0 Response to "PEMERINTAH DIMINTA UNTUK LEBIH MEMPERHATIKAN NASIB GURU"

Posting Komentar