HONOR GURU TIDAK TETAP (GTT) TIDAK LOLOS VERIFIKASI DARI BOS. BAGAIMANA MEKANISME PEMBAYARAN HONOR GTT??

Selamat beraktifitas kami sampaikan kepada rekan-rekan situsguruindonesia.com. Berikut kami informasikan mengenai honor dari Guru tidak tetap (GTT). Berikut selengkapnya.
 Guru Tidak Tetap (GTT) jenjang SMA/SMK negeri tidak lolos seleksi atau verifikasi yang dilakukan Pemprov Jateng, mekanisme pembayaran honornya tidak bersumber dari APBD Provinsi. Honor mereka akan dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah. Adapun dana BOS yang diterima SMA/SMK dihitung berdasarkan jumlah siswanya, di mana setiap siswa mendapatkan alokasi sebesar Rp 1,4 juta/tahun.

Kasi SMA Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas, Yuniarso K Adi mengatakan, anggaran yang dialokasikan dalam APBD pemerintah provinsi hanya mencukupi untuk membayar honor Guru Tidak Tetap (GTT) yang memenuhi persyaratan setelah dilakukan seleksi dan verifikasi. Di antaranya latar belakang pendidikannya linier dengan mata pelajaran yang diampu dan mampu memenuhi syarat mengajar minimal 24 jam dalam sepekan.
Maka dari itu, terkait dengan Guru Tidak Tetap yang tidak lolos verifikasi tersebut, pemerintah mengambil kebijakan, honor mereka dialokasikan dari dana BOS yang diterima oleh sekolah. Namun demikian, dana BOS tersebut hanya boleh digunakan maksimal sebesar 15 persen dari total dana BOS yang diterima oleh sekolah.
Selain tergantung besarnya dana BOS yang diterima oleh sekolah, besarnya honor yang akan mereka terima juga tergantung dari jumlah guru tidak tetap di sekolah tersebut. Kalau jumlah guru tidak tetapnya banyak, maka honor yang diterima masing-masing GTT relatif kecil. Demikian pula sebaliknya, bila jumlah GTT tidak banyak, maka honor yang diterima juga bisa besar.
Kendati begitu, informasi yang diperoleh dana BOS triwulan 1 tahun ini untuk jenjang SMA/SMK negeri di Kabupaten Banyumas belum cair. Namun untuk SMA/SMK swasta justru sudah cair lebih dulu. Adapun besarnya dana BOS yang diterima sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa yang ada di sekolah. Penyaluran dana BOS tersebut dilakukan setiap tiga bulan (triwulan), yakni Januari-Maret, April-Juni, Juli-September, dan Oktober-Desember.
Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan Guru Tidak Tetap (GTT) jenjang SMA/SMK negeri di Kabupaten Banyumas yang lolos verifikasi di bawah Pemprov Jateng, belum menerima honor yang berasal dari APDB Provinsi. Untuk mengatasinya, pihak sekolah dan komiter terpaksa menalangi honor mereka terlebih dulu.
Kepala SMK 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar mengungkapkan, sebenarya honor GTT yang dinyatakan memenuhi syarat itu ditanggung oleh pemprov. Tetapi sampai April ini, belum ada alokasi honor dari provinsi. Maka dari itu, terpaksa kebijakan yang lama masih tetap kami berlakukan, yakni honor mereka tetap dibayarkan dengan menggunakan dana dari komite sekolah.
Menurutnya, ketika pembayaran honor GTT sudah diambilalih pemprov, maka honor mereka sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) ditambah 7,5 persennya. Bila pembayaran honor GTT sudah dilakukan pemprov, maka akan meringankan beban sekolah. Pasalnya selama ini sekolah tidak hanya menanggung honor guru tidak tetap, tetapi juga menanggung honor bagi pegawai tidak tetap (PTT).
Demikian informasi yang kami sampaikan seperti yang kami lansir dari suaramerdeka.com. Semoga informasi yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan semoga Pemerintah tidak mempersulit pencairan dari honor rekan-rekan sekalian.

0 Response to "HONOR GURU TIDAK TETAP (GTT) TIDAK LOLOS VERIFIKASI DARI BOS. BAGAIMANA MEKANISME PEMBAYARAN HONOR GTT??"

Posting Komentar