UPDATE !! INGIN LULUS REKRUTMEN PENDAMPING PROFESIONAL DESA TAHUN 2017?? PAHAMI DULU BOBOT PENILAIAN KELULUSAN DAN CARA PENDAFTARANNYA BERIKUT


Selamat beraktifitas kami sampaikan kepada rekan-rekan sekalian. Berikut kami update kembali informasi mengenai rekrutmen Pendamping Profesional Desa Tahun 2017. Bagi rekan-rekan yang akan mengikuti seleksi terlebih dahulu harus memahami Bobot Penilaian Kelulusan berikut ini agar rekan-rekan bisa lolos dalam tahapan seleksi nantinya.
Untuk formasi yang disediakan rekan-rekan dapat lihat di Link berikut ini.

Baca Juga : SILAHKAN DAFTAR !! REKRUTMEN PENDAMPING PROFESIONAL DESA TAHUN 2017 UNTUK SMA, D3 DAN SI

 TAHAPAN REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL
Proses rekrutmen Tenaga Pendamping Profesioanal dilaksanakan oleh Satker Dekonsentrasi P3MDyang dilaksanakan dengan 10(Sepuluh)tahapyaitu: 1). Penunjukan PPBJ Provinsi 2)Penetapan Tim Seleksi 3). Kebutuhan Kuota Rekrutmen 4). Publikasi Rekrutmen 5). Tata cara pendaftaran 6).Proses Seleksi 7).Pelatihan pratugas 8).Kontrak Kerja Tenaga Pendamping Profesional 9). Penempatan Tenaga Pendamping Profesional 10). Penanganan Pengaduan.



A.  Penunjukan PPBJ Provinsi
1.  Satker Dekonsentrasi P3MD menunjuk PPBJ Provinsi untuk proses pengadaan Tenaga Pendamping Profesional sesuai kebutuhan;
2.  Jika jumlah PPBJ Provinsi yang memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa kurang dari kebutuhan, maka Satker Dekonsentrasi P3MD dapat bersurat ke Satker Ditjen PPMD untuk meminta bantuan PPBJ Pusat;
3.  Dalam proses pengadaan Tenaga pendamping profesioanal, PPBJ Provinsi dibantu oleh tim seleksi yang ditetapkan oleh Satker Ditjen PPMD.
B.  Penetapan Tim Seleksi
1.  Satker Ditjen PPMD meminta kepada Satker Dekonsentrasi P3MD dan Perguruan Tinggi untuk mengirimkan nama-nama orang yang akan ditetapkan sebagai Tim Seleksi oleh Satker Ditjen PPMD;
2.  Jumlah tim Seleksi untuk setiap Provinsi akan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan dimasing-masing Provinsi;
3.  Tim Seleksi Pendamping Profesional ditetapkan melalui Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Direktorat Jenderal PPMD Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi terdiri dari 3 (tiga) unsur untuk 1 (satu) tim seleksi, dengan komposisi sebagai berikut: 2(dua) orang dari unsur Satker Ditjen PPMD, 2(dua) orang dari unsur Satker Dekonsentrasi P3MD dan 3 (tiga) orang dari unsur PerguruanTinggi.
C. Kebutuhan Kuota Rekrutmen
1.  Rekrutmen tenaga pendamping profesional untuk Tahun Anggaran 2017, dilakukan untuk memenuhi kekosongan sesuai dengan pemetaan Satker Dekonsentrasi P3MD dengan berpatokan pada perhitungan kuota nasional dengan jumlah Kabupaten, Kecamatan dan Desa mengacu pada Permendagri 56 tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah administrasi Pemerintahan;
2.  Pendamping eksisting boleh mendaftar tanpa harus mengundurkan diri;
3.  Untuk mengantisipasi kekosongan pendamping disatu lokasi maka ditentukan cadangan 100% dari jumlah kekosongan.
D. Publikasi Rekrutmen
1.  Pubilkasi rekrutmen dilakukan oleh Satker Ditjen PPMD, Satker Dekonsentrasi P3MD dan SKPD terkait di tingkat Kabupaten/Kota;
2. Satker Ditjen PPMD mem-publikasikan lowongan kerja tersebut di website Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan alamat http://www.kemendesa.go.id dan/atau media massa cetak lokal selama 1 (satu) kali terbit, dan atau media massa lainnya;
3.  Satker Ditjen PPMD mengirim surat kepada Satker Dekonsentrasi P3MD untuk mengumumkan lowongan kerja tenaga pendamping profesional dengan meneruskannya kepada SKPD Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa;
4.  Pendaftaran dilakukan secara onlineterpusat melalui website dengan alamat: http://pendamping2017.kemendesa.go.id;
5.  Khusus untuk wilayah Provinsi Papua dan  Papua Barat, pendaftaran untuk Pendamping Lokal Desa (PLD) dilakukan melalui mekanisme offline secara langsung di masing-masing Provinsidengan di supervisi oleh Tim Satker Ditjen PPMD untuk membantu dalam mengawal selama proses pendaftaran.

E.  Tata cara pendaftaran
1.  Pelamar mamasukkan data lamarannya (entry data) kedalam form sesuai sistem aplikasi;
2.  Daftar pelamar otomatis terdaftar secara komputerisasi berdasarkan data pelamar yang masuk ke website;
3.  Proses dan tata cara pendaftaran terdapat pada petunjuk didalam sistem yang dapat diakses melalui alamat website pendaftaran;
4.  Pelamar hanya dapat melakukan pendaftaran sesuai lokasi kekosongan berdasarkan domisili KTP dengan ketentuan;
a)  Untuk posisi PLD dan PDP; Pelamar harus berdomisili di Kabupaten  lokasi Desa dan Kecamatan yang kosong dengan prioritas pelamar yang sesuai dengan domisili Desa dan Kecamatan kosong;
b)  Untuk posisi PDTI dan TAPMKabupaten; Pelamar harus berdomisili di wilayah Provinsi lokasi Kecamatan atau Kabupaten yang dilamar dengan prioritas bagi pelamar yang sesuai domisili Kecamatan kosong bagi PDTI maupun domisili Kabupaten kosong bagi TAPM Kabupaten.
5.  Batas waktu melamar 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak tanggal diumumkannya pendaftaran dan ditutup pada pukul 24.00 hari terakhir.

F.  Proses Seleksi
1.  Penetapan peserta
a)  Proses seleksi kualifikasi pendaftar dilakukan melalui sistem komputerisasi secara online yang terpusat yang dapat diakses oleh Satker Dekonsentrasi P3MD;
b)  Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Provinsi menetapkan daftar pelamar yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti seleksi aktif berdasarakan ranking dari data pelamar yang telah dihitung secara komputerisasi pada sistem pendaftaran berdasarkan bobot pengalaman, pendidikan, kesesuaian domisili dan umur;
c)  Proses seleksi dilakukan melalui 2 Tahap; Tahap Pertama Seleksi Pasif atau seleksi administrasi. Adalah tahap untuk menentukan pelamar yang akan dinyatakan memenuhi kualifikasi danditetapkan untuk mengikuti seleksi Aktif. Tahap Kedua berupa Seleksi Aktif; Bagi Pelamar yang telah ditetapkan memenuhi kualifikasiakan dilakukan seleksi melalui dua tahap yaitu: Tes tertulis dan Tes Wawancara;
d)  Berdasarkan data pelamar pada sistem online, Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Provinsi menetapkan jumlah pelamar yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti tes tulis maksimal 600%dari kuota kebutuhan;
e)  Untuk menentukan jumlah 600% peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti seleksi tulis digunakan instrumen formula penilaian berdasarkan indikator; Pengalaman, Pendidikan, Domisili dan Umur.
f)   Adapun instrumen pembobotan penilaian sebagai berikut:
(1)   Pendamping Lokal Desa (PLD)

Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman Persentase 25%
2  s/d 4 Tahun
5
> 4  s/d  6  Tahun
10
>6 s/d 8 Tahun
20
>8 s/d 10 Tahun
30
>10 s/d 12 Tahun
50
>12 s/d 14 Tahun
70
>14 Tahun
100

Pendidikan
Persentase 20%
SLTA
30
D-III
50
S-1
70
S-2
100

Domisili
Persentase 35%
Dalam Kecamatan
100
Luar Kecamatan
40

Umur
Persentase 20%
25  s/d  30  Tahun
30
> 30  s/d  40 Tahun
60
> 40  s/d  50  Tahun
100























 (2)   Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP)                                  
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot

Pengalaman
Persentase 30 %
D-III
4 s/d 6 Tahun
5
> 6 s/d 8 Tahun
10
> 8 s/d 10 Tahun
20
> 10 s/d 12 Tahun
30
> 12 s/d 14 Tahun
50
> 14 s/d 16Tahun
70
>16Tahun
100
S-1
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10 Tahun
30
> 10 s/d 12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14Tahun
100
S-2
0 s/d 1 Tahun
5
> 1 s/d 2 Tahun
10
> 2 s/d 4 Tahun
20
> 4 s/d 6 Tahun
30
> 6 s/d 8 Tahun
50
> 8 s/d 10 Tahun
70
> 10 s/d 12 Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 25%
D-III
30
S-1
70
S-2
100

Domisili
Prosentase 30%
Dalam Kecamatan
100
Luar Kecamatan
40

Umur
Prosentase 15%
25 s/d 30 Tahun
70
>30 s/d 40 Tahun
100
>40 s/d 50 Tahun
50
  
(3)   Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI)
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot


Pengalaman
Persentase 40 %
D-III

2 s/d 4 Tahun
5

> 4 s/d 6 Tahun
10

> 6 s/d 8 Tahun
20

> 8 s/d 10 Tahun
30

> 10 s/d 12 Tahun
50

> 12 s/d 14 Tahun
70

> 14 Tahun
100

S-1

0 s/d 2 Tahun
5

> 2 s/d 4 Tahun
10

> 4 s/d 6 Tahun
20

> 6 s/d 8 Tahun
30

> 8 s/d 10 Tahun
50

> 10 s/d 12 Tahun
70

> 12 s/d 14 Tahun
100

S-2

0 s/d 1 Tahun
5

> 1 s/d 2 Tahun
10

> 2 s/d 4 Tahun
20

> 4 s/d 6 Tahun
30

> 6 s/d 8 Tahun
50

> 8 s/d 10 Tahun
70

> 10 s/d 12 Tahun
100



Pendidikan
Persentase 30 %
D-III
50

S-1
70

S-2
100



100
Domisili
Persentase 15 %
Dalam Kabupaten
100

Luar Kabupaten
40



Umur
Persentase 15 %
21 s/d 25 Tahun
50

>25 s/d 40 Tahun
100

>40 s/d 50 Tahun
80


 (4)   Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD)
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman
Prosentase 35 %
S-1
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-2
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10 Tahun
30
> 10 s/d 12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14 Tahun
100
S-3
1 s/d 2Tahun
5
>2 s/d 4Tahun
10
>4 s/d 5Tahun
20
>5 s/d 7Tahun
30
>7 s/d 10Tahun
50
> 10 s/d 12Tahun
70
> 12Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 30%
S-1
50
S-2
80
S-3
100

Domisili
Prosentase 20%
Dalam Kabupaten
100
Luar Kabupaten
40

Umur
Prosentase 15%
25 s/d 35 Tahun
50
>35 s/d 45 Tahun
100
>45 s/d 55 Tahun
80

 (5)   Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP)
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman
Prosentase 35 %
S-1
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-2
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10 Tahun
30
> 10 s/d 12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14 Tahun
100
S-3
1 s/d 2Tahun
5
>2 s/d 4Tahun
10
>4 s/d 5Tahun
20
>5 s/d 7Tahun
30
>7 s/d 10Tahun
50
> 10 s/d 12Tahun
70
> 12Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 30%
S-1
50
S-2
70
S-3
100

Domisili
Prosentase 20%
Dalam Kabupaten
100
Luar Kabupaten
40

Umur
Prosentase 15%
25 s/d 35 Tahun
50
>35 s/d 45 Tahun
100
>45 s/d 55 Tahun
80

 (6)   Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID)
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman
Prosentase 35 %
S-1 (Pengalaman Pemberdayaan)
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-1 (Pengalaman Pembangunan infrastruktur)
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-2 (Pengalaman Pemberdayaan)
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10 Tahun
30
> 10 s/d 12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14 Tahun
100
S-3(Pengalaman Pemberdayaan)
1 s/d 2Tahun
5
>2 s/d 4Tahun
10
>4 s/d 5Tahun
20
>5 s/d 7Tahun
30
>7 s/d 10Tahun
50
> 10 s/d 12Tahun
70
> 12Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 30%
S-1
50
S-2
70
S-3
100

Domisili
Prosentase 20%
Dalam Kabupaten
100
Luar Kabupaten
40



Umur
Prosentase 15%
25 s.d 35 Tahun
50
>35 s.d 45 Tahun
100
>45 s.d 55 Tahun
80

(7)   Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED)
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman
Prosentase 35 %
S-1
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-2
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10Tahun
30
> 10 s/d12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14 Tahun
100
S-3
1 s/d 2Tahun
5
>2 s/d 4Tahun
10
>4 s/d 5Tahun
20
>5 s/d 7Tahun
30
>7 s/d 10Tahun
50
> 10 s/d 12Tahun
70
> 12Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 30%
S-1
70
S-2
80
S-3
100

Domisili
Prosentase 20%
Dalam Kabupaten
100
Luar Kabupaten
40

Umur
Prosentase 15%
25 s.d 35 Tahun
50
>35 s.d 45 Tahun
100
>45 s.d 55 Tahun
80


 (8)   Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG)
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman
Prosentase 35 %
S-1
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-2
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10Tahun
30
> 10 s/d12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14 Tahun
100
S-3
1 s/d 2Tahun
5
>2 s/d 4Tahun
10
>4 s/d 5Tahun
20
>5 s/d 7Tahun
30
>7 s/d 10Tahun
50
> 10 s/d 12Tahun
70
> 12Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 30%
S-1
70
S-2
80
S-3
100


Domisili
Prosentase 20%
Dalam Kabupaten
100
Luar Kabupaten
40

Umur
Prosentase 15%
25 s.d 35 Tahun
50
>35 s.d 45 Tahun
100
>45 s.d 55 Tahun
80

   (9)   Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD)          
Indikator
Lama Pengalaman
Bobot
Pengalaman
Prosentase 35 %
S1
5 s/d 7 Tahun
5
> 7 s/d 9 Tahun
10
> 9 s/d 11 Tahun
20
> 11 s/d 13 Tahun
30
> 13 s/d 15 Tahun
50
> 15 s/d 17 Tahun
70
> 17 Tahun
100
S-2
2 s/d 4 Tahun
5
> 4 s/d 6 Tahun
10
> 6 s/d 8 Tahun
20
> 8 s/d 10Tahun
30
> 10 s/d12 Tahun
50
> 12 s/d 14 Tahun
70
> 14 Tahun
100
S-3

1 s/d 2Tahun
5
>2 s/d 4Tahun
10
>4 s/d 5Tahun
20
>5 s/d 7Tahun
30
>7 s/d 10Tahun
50
> 10 s/d 12Tahun
70
> 12Tahun
100

Pendidikan
Prosentase 30%
S-1
70
S-2
80
S-3
100

Domisili
Prosentase 20%
Dalam Kabupaten
100
Luar Kabupaten
40

Umur
Prosentase 15%
25 s.d 35 Tahun
50
>35 s.d 45 Tahun
100
>45 s.d 55 Tahun
80

g)  Peserta tes tulis yang berhak mengikuti tahap wawancara adalah peserta dengan urutan ranking tertinggi yang jumlahnya ditetapkan maksimal 300% dari kuota kebutuhan;
h)  Jika terdapat peserta yang memiliki nilai yang sama dari ranking terbawah dari jumlah kuota kebutuhan 300%, maka peserta yang berhak ditetapkan sebagai peserta yang akan mengikuti seleksi wawancara adalah peserta dengan ranking tertinggi pada saat ditetapkan menjadi peserta tes tulis sesuai bobot kualifikasi.
2.  Penetapan Jadwal dan Lokasi
a)  Penetapan dan pengumuman jadwal seleksi dilakukan oleh Satker Dekonsentrasi P3MD selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah penutupan pendaftaran;
b)  Seleksi calon pendamping profesional dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan (serentak) untuk semua Provinsi dan lokasi tes bertempat di Perguruan Tinggi dengan prioritas PerguruanTinggi Negeri di masing-masing Provinsi yang ditetapkan oleh Satker Dekonsentrasi P3MD.

3.  Tes Tulis
a)  Peserta testulis adalah peserta yang sudah lolos tahapan seleksi administratif (Pasif) dan ditetapkan menjadi peserta testulis oleh Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Provinsi;
b)  Seleksi tes tulis dilaksanakan oleh panitia Provinsi yang bertempat di PerguruanTinggi Negeri Ibu kota provinsi;
c)  Tim Seleksi mengawasi dan bertanggungjawab terhadap seluruh proses seleksi tes tulis dan wawancara sampai dengan penentuan hasil akhir;
d)  Peserta tes tulis diwajibkan membawa kartu peserta dan KTP untuk diperlihatkan kepada panitia seleksi;
e)  Tes Tulis menggunakan sistem gugur, hanya peserta yang dinyatakan lulus yang dapat mengikuti seleksi tahap selanjutnya atau tes wawancara;
f)   Adapun ketentuan lebih lanjut pelaksanaan tes tulis adalah sebagai berikut:
(1)   Tim Seleksi membacakan tata tertib tes tertulis;
(2)   Waktu tes tulis selama 90 menit;
(3)   Jumlah soal tes tulis sebanyak 60 soal dalam bentuk pilihan ganda (masing-masing soal memiliki bobot 1);
(4)   Pemeriksaan lembar jawaban tes tulis dilakukan melalui komputer (LJK) dengan nilai 0s.d 60 (nol sampai dengan enam puluh);
(5)   Materi tes tertulis antara lain:
(a)   pengetahuan mengenai UU Desa dan peraturan pelaksanaannya;
(b)   pengetahuan pemberdayaan masyarakat;
(c)   sistem pemerintahan;
(d)   perencanaan pembangunan;
(e)   advokasi kebijakan;
(f)     perekonomian Desa;
(g)   pembangunan Infrastruktur Pedesaan (khusus TA-ID dan PDTI).
(6)   Peserta tes tulis mengisi jawaban pada lembar jawaban komputer (LJK) yang disediakan dengan menggunakan pensil 2B;
(7)   Pemeriksaan hasil tes tulis dilakukan melalui sistem komputerisasi.

4.  Tes Wawancara
Tes Wawancara dilakukan kepada peserta yang telah dinyatakan lulus tes tulis dan ditetapkan berdasarkan urutan ranking teratas, dengan ketentuan sebagai berikut:
a)  Tes wawancara dilaksanakan langsung setelah pengumuman hasil seleksi tes tulis;
b)  Waktu tes wawancara untuk setiap peserta kurang lebih 15 menit;
c)  Materi tes wawancara berdasarkan kisi-kisi wawancara yang sudah ditetapkan oleh Satker Ditjen PPMD;
d)  Penilaian tes wawancara dilakukan akumulasi dari seluruh anggota tim seleksi dengan rentang nilai antara 0 s.d 40 (nol sampai dengan empat puluh);
e)  Hasil tes wawancara dituangkan dalam berita acara yang ditanda tangani oleh tim seleksi.

5.  Penilaian Hasil Seleksi
Penentuan hasil seleksi dilakukan melalui penggabungan hasil nilai tes tulis dan tes wawancara dengan ketentuan sebagai berikut:
a)  Bobot penilaian:
(1)   Nilai Tes Tulis 60%
(2)   Nilai Tes Wawancara40%
b)  Penjumlahan nilai akhir merupakan akumulasi dari nilai tes tulis dan nilai tes wawancara yang dilakukan pada form rekapitulasi, (terlampir).
c)  Hasil akhir seleksi dituangkan dalam berita acara yang ditanda tangani oleh tim seleksi;
d)  Form rekapitulasi hasil seleksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berita acara penetapan hasil seleksi.

6.  Penetapan Hasil Seleksi
a)  Penetapan hasil seleksi Pendamping Profesional yang anggarannya bersumber dari Rupiah Murni dilaksanakan oleh Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Provinsi.
b)  Adapun Proses penetapan hasil seleksi dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
(1)   Tim seleksi melakukan rekapitulasi hasil tes tulis dan wawancara, yang disusun berdasarkan rangking untuk setiap posisi sesuai kekosongan;
(2)   Tim Seleksi menyampaikan hasil seleksi kepada PPBJ berupa Berita Acara Penilaian Hasil Seleksi dan lampirannya, untuk ditetapkan sebagai hasil akhir seleksi;
(3)   PPBJ melakukan penetapan hasil seleksi berdasarkan berita acara penilaian hasil seleksi yang telah ditandatangani oleh tim seleksi, selanjutnya diserahkan kepada Satker Ditjen PPMD untuk disahkan dan diumumkan;
(4)   Selambat lambatnya 5 hari kerja, PPBJ Provinsi menetapkan peserta yang lulus seleksi berdasarkan Berita Acara Penilaian Hasil Seleksi dari tim seleksi berdasarkan akumulasi nilai tes tulis dan hasil wawancara dengan jumlah 100% kuota kekosongan dan ditambah dengan 100% dari kuota kekosongan sebagai cadangan;
(5)   Penetapan status peserta yang lulus terdiri dari; “Lulus ditempatkan dan Lulus cadangan“;
(6)   PPBJ Provinsi menyerahkan hasil seleksi kepada Satker Dekonsentrasi P3MD dan melaporkan kepada Satker Ditjen PPMD;
(7)   PPBJ Provinsi dibantu oleh Satker Dekonsentrasi P3MD dan Satker Ditjen PPMD mengumumkan hasil seleksi;
(8)   Satker Ditjen PPMD mengesahkan dan mengumumkan daftar peserta yang dinyatakan lulus dengan status “Lulus ditempatkandan “Lulus cadangan” melalui website Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Satker Dekonsentrasi P3MD dan SKPD terkait di Kabupaten/Kota;
(9)   Satker Ditjen PPMD menyampaikan surat pengesahan hasil seleksi tenaga pendamping professional yang dinyatakan lulus dengan status “Lulus ditempatkandan “Lulus cadangankepada Satker Dekonsentrasi P3MD;
(10)   Satker Dekonsentrasi P3MD melakukan kontrak kerja pada pendamping profesional yang dinyatakan “Lulus ditempatkan" yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan pratugas;
(11)   Tim Seleksi Rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional bertanggungjawab terhadap pengelolaan pengaduan peserta.

G. Pelatihan Pratugas dan In Servis Training (IST)
1.  Pelatihan Pratugas
Bagi peserta yang dinyatakan lulus dengan statusLulus ditempatkan akan mendapatkan orientasi tugas dalam kegiatan pelatihan pratugas sebagai syarat untuk menjalankan tugas sebagai Pendamping.
Jika dalam pelatihan Pratugas terdapat peserta yang mengikuti materi Pelatihan kurang dari 80% dikarenakan ketidak hadirannya tanpa alasan yang Jelas; Atas rekomendasi pelatih kelas, Satker Dekonsentrasi P3MD dapat mempertimbangkan yang bersangkutan untuk tidak dikontrak.
2.  In service Training (IST)
In service Training sebagai bentuk lain dalam orientasi tugas bagi peserta dengan status “Lulus cadangan yang akan ditempatkan untuk mengisi kekosongan tenaga pendamping dalam suatu lokasi. Peserta yang telah dinyatakan lulus cadangan dapat ditempatkan sebagai Pendamping dengan terlebih dahulu menjalani In service Training (IST) dengan syarat sebagai berikut:
a)  IST untuk Cadangan TAPMKabupaten yang akan ditempatkan dilakukan selama 3 hari dan untuk Cadangan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa yang akan ditempatkan selama 5 Hari:
b)  Inservice training dilakukan di Provinsi (Kantor BPMD atau dikantor sekretariat Tenaga Ahli Provinsi) oleh TA Provinsi yang di koordinir oleh TA Peningkatan Kapasitan dan Kaderisasi Masyarakat;
c)  Bagi Pendamping Lokal Desa (PLD) dan Pendamping Desa (PD) yang telah menjalani in service Training, wajib mendapatkan bimbingan khusus dari TAPM Kabupaten. Hasil bimbingan tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan untuk memberikan IST lanjutan.
d)  Seluruh kegiatan IST harus ter-administrasikan secara lengkap dan dibuatkan berita acara pelaksanaan Kegiatan IST (BA IST) dengan dilampiri daftar absen peserta dan Pelatih beserta Bahan/Materi yang disampaikan.

H. Kontrak Kerja Tenaga Pendamping Profesional
Satker Ditjen PPMD melakukan kontrak kerja dengan tenaga pendamping professional yang dilaksanakan oleh Satker Dekonsentrasi P3MD.

I.    Penempatan Tenaga Pendamping Profesional
Penempatan tenaga pendamping profesional dilakukan oleh Satker Dekonsentrasi P3MD dengan memperhatikan usulan SKPD yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten/Kota dengan memperhatikan ketentuan berikut:
1.  Lokasi tugas sesuai dengan lokasi tempat tinggal;
2.  Lokasi tugas berdekatan dengan lokasi tempat tinggal;

3.  Sesuai kebutuhan Kabupaten.

Demikian informasi yang kami sampaikan terkait bobot penilaian kelulusan pendamping profesional desa Tahun 2017. Semoga informasi yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan terima kasih.

0 Response to "UPDATE !! INGIN LULUS REKRUTMEN PENDAMPING PROFESIONAL DESA TAHUN 2017?? PAHAMI DULU BOBOT PENILAIAN KELULUSAN DAN CARA PENDAFTARANNYA BERIKUT "

Posting Komentar